Opini

Opini

Dapur Kami di Ujung Ketidakpastian Dunia

Seorang ibu dari Kelurahan Kalumpang, Ternate, kemarin pagi berdiri lama di depan lapak beras pasar Bahari Berkesan. Bukan karena memilih-milih kualitas. Tapi karena menghitung ulang uang di tangannya yang tidak cukup. Harga beras naik lagi. Bukan untuk pertama kali. Dan hampir pasti bukan untuk terakhir kali. Kejadian sederhana itu sebenarnya menyimpan kisah yang jauh lebih […]

Prof. Dr. Ahmad Talib
Opini

Danger Zone Pengolahan Produk MBG

Oleh: Ahmad TalibGuru Besar Perikanan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan Ketua Yayasan PUKAT-MU, Wakil Ketua Persatuan Ahli Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Ternate KEHADIRAN ulat atau larva dalam makanan umumnya menandakan proses dekomposisi atau pembusukan yang tidak terdeteksi. Konsumsi makanan yang sudah terkontaminasi ulat atau telur serangga dapat berisiko menimbulkan berbagai efek terutama pada kesehatan. Beberapa

Opini

MBG: Antara Gizi dan Masalah

Oleh: Ahmad TalibGuru Besar Teknologi Hasil Perikanan UMMU dan Ketua Yayasan Pusat Kolaborasi Riset Maluku Utara (PUKAT-MU), Wakil Ketua Persatuan Ahli Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Ternate PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama anak-anak, dengan menyediakan akses ke makanan bergizi seimbang. Hal ini

Opini

Buku: Media Abadi di Tengah Digitalisasi

Catatan Hari Buku 17 Mei 17 Mei (kemarin) bangsa Indonesia memperingati hari buku Nasional. Dicetuskan pertama kali pada 2002 oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, A. Malik Fajar. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional RI (PERPUSNAS) berdasarkan Keputusan Mendikbud nomor 0164/0/1980. Peringatan hari buku ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan Mendikbud pada

Opini

Menyelamatkan Ternate dari Sesaknya Sampah

Ternate bukan kota dengan daratan luas yang bisa terus-menerus “menyembunyikan” sampah di tempat pembuangan akhir. Sebagai kota pulau, setiap jengkal tanah adalah ruang hidup. Karena itu, pola lama pengelolaan sampah—kumpul, angkut, buang—sudah tidak layak dipertahankan. Pola ini bukan hanya usang, tetapi berbahaya. Ia membuat kita merasa seolah masalah selesai ketika sampah hilang dari depan rumah,

Opini

Guru Besar Berotak Kecil: Ketika Keberanian Akademik Tumbang di Hadapan Kekuasaan

DI NEGERI yang gemar memuja gelar akademik, kita sering lupa mengajukan pertanyaan paling mendasar; untuk apa ilmu pengetahuan jika kehilangan keberanian moral?Indonesia hari ini menghadirkan ironi yang kian telanjang deretan guru besar dengan portofolio akademik mengilap, namun memilih bungkam ketika kekuasaan menyimpang dari nilai keadilan dan rasionalitas publik. Istilah “guru besar berotak kecil” tentu bukan

Opini

Taklimat Presiden Prabowo dan Realitas Maluku Utara: Ketika Geopolitik Global Mengetuk Pintu Timur Indonesia

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan menyampaikan taklimat kepada publik terkait situasi geopolitik dunia yang kian memanas, khususnya eskalasi konflik Iran melawan poros Amerika Serikat-Israel. Rencana ini tentu layak diapresiasi sebagai bentuk komunikasi politik pemimpin negara kepada rakyatnya. Namun, apresiasi saja tidak cukup. Pertanyaan kritis yang harus diajukan adalah: sejauh mana taklimat tersebut akan menyentuh dampak

Opini

Anak Muda Maluku Utara Pergi dan Tidak Kembali: Brain Drain yang Tidak Pernah Dibicarakan

Setiap musim kelulusan SMA, sebentar lagi di bandara Sultan Babullah Ternate dan pelabuhan-pelabuhan di Maluku Utara menjadi saksi pemandangan yang sama: anak-anak muda berpamitan kepada orang tua, membawa koper dan ijazah, menuju Manado, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, atau Jakarta. Mereka pergi untuk kuliah, mengejar mimpi, mencari kehidupan yang lebih baik. Yang jarang dibicarakan adalah kenyataan pahit

Opini

Ketika Rempah dan Falsafah Jou se Ngofa Ngare Bertemu Ekonomi Syariah: Mengapa Maluku Utara Tak Boleh Lagi Menunggu

Saya tumbuh dengan cerita tentang sultan-sultan Ternate dan Tidore yang menguasai perdagangan cengkeh dan pala jauh sebelum Belanda menginjakkan kaki di Nusantara. Tapi satu hal yang jarang dibicarakan: bagaimana warisan pemikiran mereka khususnya falsafah Jou se Ngofa Ngare bisa punya relevansi nyata terhadap persoalan ekonomi yang kita hadapi hari ini di Maluku Utara. Bukan sebagai

Scroll to Top