
🌿 Berdiri sejak 2022 • Terdaftar Kemenkumham
Mendorong Riset Inovatif untuk Maluku Utara
PUKAT menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan masyarakat dalam ekosistem pesisir, hutan, dan pertanian.
Pukat Lahir dari Kepedulian, Tumbuh dari Riset
PUKAT merupakan lembaga riset berbasis kolaborasi yang fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi berbasis potensi lokal di Maluku Utara.
Didirikan
5 Juli 2022
Legalitas
AHU-0014225.AH.04.2022

Visi
Menjadi pusat riset yang inovatif, unggul, dan berwawasan lingkungan dalam konservasi ekosistem pesisir, hutan, dan pertanian.
🔬 Riset Inovatif
Menghasilkan penelitian berkualitas tinggi
🤝 Kolaboratif
Bermitra dengan berbagai institusi
💡 Pengembangan IPTEK
Berbasis hasil riset berkelanjutan
📢 Diseminasi
Publikasi & pengabdian masyarakat
What We Offer
Program Penelitian dan Capaian
Pada tahun 2022, PUKAT mengawali tahun dengan serangkaian riset yang fokus pada inovasi produk pangan berbasis sumber daya alam lokal. Salah satu pencapaian utamanya adalah pengembangan produk ikan asap kalengan dan berbagai produk turunan seperti Ikan Garo Rica dan Ikan kayu kaleng. Produk ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan lokal, dengan mengolah ikan menjadi produk yang lebih tahan lama dan bernilai tambah. Selain itu, PUKAT juga melakukan inovasi dalam produk berbahan ikan, dengan menciptakan bakso ikan, nugget ikan, dan sosis ikan. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh upaya memperkenalkan alternatif makanan berbasis ikan yang sehat dan bergizi.
Di sisi lain, PUKAT juga melaksanakan program budidaya perikanan berbasis masyarakat menggunakan sistem bioflok, yang diterapkan pada budidaya udang vaname di Kota Tidore Kepulauan dan ikan nila di Halmahera Barat. Sistem bioflok terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas perikanan sambil menjaga kelestarian lingkungan. Riset ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat dalam menjalankan usaha perikanan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan yang dapat memperbaiki kualitas produksi dan meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi. Melalui serangkaian riset ini, PUKAT menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan sektor perikanan dan pangan lokal, serta mendukung peningkatan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Tahun 2023 menjadi tonggak penting bagi PUKAT dengan dimulainya riset terkait kearifan lokal dalam pengembangan Ternate Aspiring Geopark. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis geologi dan budaya. PUKAT bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyusun rencana pengembangan geopark yang dapat memanfaatkan kearifan lokal dalam mempromosikan Ternate sebagai tujuan wisata edukasi yang berkelanjutan. Melalui riset ini, PUKAT berharap dapat melestarikan budaya dan nilai-nilai lokal yang mengarah pada pembangunan ekonomi berbasis ekowisata.
PUKAT juga melakukan pengabdian masyarakat melalui pemberdayaan perempuan berbasis inovasi teknologi, khususnya dalam produksi ikan cakalang asap dan sirup pala. Melalui program ini, perempuan setempat diberikan pelatihan mengenai teknologi pengolahan pangan yang meningkatkan kualitas produk dan memberi nilai tambah. Pemberdayaan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi perempuan dan mengurangi ketergantungan pada sektor pekerjaan yang terbatas. Dengan ini, PUKAT tidak hanya mendukung pengembangan produk lokal, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi kelompok perempuan di daerah Maluku Utara.
Pada tahun 2024, PUKAT melanjutkan komitmennya untuk memperkaya pengetahuan melalui riset yang lebih mendalam mengenai penggunaan bahasa di ruang publik. Naskah akademik yang disusun membahas bagaimana bahasa dapat mencerminkan identitas budaya dan sosial masyarakat di Ternate. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya PUKAT untuk memetakan potensi kearifan lokal dalam konteks penggunaan bahasa, serta mengidentifikasi relevansinya dalam mempromosikan keberagaman budaya dan bahasa di Maluku Utara. Hasil riset ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal.
PUKAT juga melakukan riset tentang pemanfaatan tempurung kelapa bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia. Penelitian ini fokus pada teknologi terpadu dalam pembuatan arang dan asap cair ramah lingkungan. Riset ini bertujuan untuk mengeksplorasi teknologi pemanfaatan limbah kelapa yang berpotensi menghasilkan produk ramah lingkungan dengan nilai tambah tinggi. Dalam penelitian ini, PUKAT melakukan rekayasa alat pembuatan arang dan asap cair terpadu yang ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah dan meningkatkan ekonomi lokal. Inovasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat setempat dalam meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Teknologi ini tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan industri berbasis produk kelapa yang lebih berkelanjutan.
Pada tahun 2025, PUKAT merencanakan riset yang berfokus pada dua area utama: Sejarah jalur rempah dan rantai nilai komoditas jagung. Penelitian mengenai sejarah jalur rempah bertujuan untuk memanfaatkan kekayaan sejarah rempah-rempah di Ternate sebagai destinasi edukasi. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai sejarah dan budaya rempah-rempah yang ada di daerah ini, serta menggali potensi untuk menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang mendidik sekaligus meningkatkan pemahaman tentang sejarah perdagangan rempah di Indonesia. Dengan demikian, PUKAT berharap dapat memanfaatkan jalur rempah bersejarah sebagai bagian dari pengembangan pariwisata yang berbasis pada keberagaman budaya local untuk pembelajaran konstektual pada pendidikan dasar.
Selain itu, PUKAT juga telah melakukan penelitian terkait rantai nilai komoditas jagung di Halmahera Utara dan Halmahera Barat bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan agribisnis berbasis komoditas jagung yang dapat memperbaiki daya saing pasar lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan memetakan rantai nilai jagung, PUKAT berharap dapat memberikan rekomendasi praktis bagi petani dan pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi produksi serta menciptakan pasar yang lebih luas bagi produk jagung lokal. Kedua riset ini mencerminkan upaya PUKAT untuk terus mendorong pembangunan ekonomi daerah melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.